Sejak tahun 2010, Desa Argosari sering mendapat kunjungan dari institusi pendidikan, bahkan dari WHO, untuk melihat proses pembuatan biogas dari kotoran hewan ternak. Karena kegigihan dari tokoh masyarakat untuk melindungi tanaman hutan yang sebelumnya ditebang untuk kayu bakar, tetapi dengan adanya biogas agar lingkungan hutan lebih terlindungi dan terawat selain itu agar kotoran hewan ternak dapat dimanfaatkan.